Keluarga adalah persekutuan cinta. Individu-individu berkumpul dengan ikatan cinta, jadilah keluarga.
Siapa saja individu yang berkumpul itu ?
Keluarga dibangun dengan banyak sekali individu. Individu utama dalam sebuah keluarga adalah suami (ayah), ibu (istri) dan anak. Di luar tiga hal itu ada individu lain yang melengkapinya, seperti orang tua (mertua), ipar, sepupu, keponakan. Selain itu mungkin ada pembantu yang seakan menjadi bagian utama sebuah keluarga karena terlibat langsung dalam aktifitas dan kepentingan keluarga utama,
Individu-individu di luar keluarga utama dapat menjadi pelengkap atau pun seakan bagian dari keluarga utama. Mengapa ? Karena mungkin saja mereka tinggal di satu rumah yang sama dengan keluarga utama.
Kebersamaan individu-individu itu membangun relasi. Relasi dalam sebuah keluarga adalah relasi positif yang sangat khusus. Relasi ini melibatkan seluruh potensi hidup dan kehidupan manusia. Berbagai aspek kehidupan berpadu dalam sebuah kelaurga. Aspek spiritual, sosial, kultural, profesional, finansial, emosionoal dan fisik terlibat langsung dalam keluarga.
Relasi tersebut adalah relasi abadi. Sebuah keluarga dibangun untuk sesuatu yang abadi. Keluarga dibangun tidak untuk jangka waktu tertentu. Keluarga dibangun untuk sepanjang masa. Bukan hanya dunia, tapi sampai ke akhirat. Tentram (sakinah) di dunia dan bahagia di akhirat.
Bagaimana mewujudkanya ?
Allah memberikan modal berupa mawaddah dan rahmah. Keluarga dibangun dengan cinta dan kasih sayang. Itulah modal relasi positif yang abadi.
Wallohu a'lam...
Wallohu a'lam...