BUKU BAGUS

MATEMATIKA DAN KETUNGGALAN TUHAN

Bila menggunakan matematika, akan ditemukan bahwa kosong ketika dioperasikan dengan sesama kosong maka tidak menghasilkan apa-apa. Kosong ketika dioperasikan secara matematis, baik itu ditambah, dikurang, dibagi maupun dikali tidaklah menghasilkan sesuatu lain yang jelas.

Bila menggunakan dalil matematis ini, jelas dipaham bahwa tidaklah mungkin alam semesta ini dimulai dari kosong. Alam semesta ini tidak tercipta dari tiada. Alam semesta tidak tercipta begitu saja dengan sendirinya. Kosong tidak menghasilkan apa-apa. Tiada tidak mempu membuat ada.

Sangat jelas bagi kita, alam semesta ini haruslah dimulai dari ada. Yang ada-lah yang bisa membuat ada yang lain. 

Ada yang pertama adalah satu. Itulah bilangan pertama dalam deret bilangan asli.

Bila dioperasikan secara matematis, akan ditemukan perubahan dan kemunculan bilangan lain dari asal satu. Satu ditambah satu menghasilkan dua. Satu menunjukkan keemampuannya untuk mengadakan yang lain.

Bila kita coba urai bilangan-bilangan lain, kita akan menemukan bahwa bilangan-bilangan yang lain pada dasarnya adalah satu. Kita ambil contoh tiga. Tiga bila diurai adalah dua ditambah satu. Duanya adalah satu ditambah satu. Jadi pada dasarnya tiga adalah satu ditambah satu ditambah satu. Silahkan urai bilangan-bilangan yang lain. Titik akhirnya semua bilangan itu pada dasarnya adalah satu. Substansi bilangan apapun adalah satu.

Dengan dalil matematis ini, jelas bahwa asal dari segala sesuatu adalah satu. Ada yang pertama adalah satu. Satulah yang membuat sesuatu yang lain. Yang lain dibuat oleh satu.

Wallaahu a'lam